Metode dan Teknik Penyuluhan

Metode Penyuluhan
 
Metode adalah cara yang sistematis untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncakan. Setiap orang “belajar” lebih banyak melalui cara yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dalam menangkap pesan yang diterimanya, ada yang cukup dengan mendengar saja, atau melihat dan juga ada yang harus mempraktikkan dan kemudian mendistribusikannya.

Namun dilain pihak, penggunaan kombinasi dari berbagai metode penyuluhan akan banyak membantu mempercepat proses perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak metode  penyuluhan yang akan digunakan, akan lebih banyak perubahan yang terjadi dalam diri individu. Kombinasi metode penggunaan metode komunikasi (baca:penyuluhan) juga dilakukan pada “kelompencapir”. Dalam operrasional di lapangan, kelompencapir menggunakan bebagai cara/metode komunikasi yaitu metode komunikasi banyak tahap (multi step of communication) yaitu arus komunikasi mengalir dari media masyarakat kepada pemuka masyarakat, dari pemuka masyarakat secara “tatap muka” disalurkan kepada anggota kelompencapir melalui diskusi-diskusi kelompok tentang topik yang dibahas oleh media massa, dan selanjutnya disebarkan kepada khalayak secara bersilang dan menyeluruh.

Metode komunikasi semacam ini di manfaatkan sebagai strategi untuk mempercepat perubahan dalam proses pembaharuan seperti yang dilakukan oleh All India Radio. All Radio India berhasil melakukan eksperimen dengan beberapa strategi komunikasi, menggunakan saluran-saluran tradisional maupun mass media. Penggunaan komunikasi antarpribadi maupun peragaan metode telah berhasil mengubah sikap dan mengajarkan beberapa teknik (lihat Depari dan Mc Andrew, dalam Peranan Komunikasi Massa dalam Pem-bangunan, 1978).

Pengalaman penelitian di negara- negara berkembang menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara tahapan adopsi seseorang dengan pendekatan yang harus dilakukan, karena ada perbedaan kecepatan seseorang dalam mempelajari sesuatu. Sekelompok orang mungkin telah sampai pada tahap mencoba sesuatu hal ynag baru sehingga mereka ingin mempraktikkannya. Tetapi dilain pihak bisa terjadi, hanya sampai pada tahap, menyadari dan atau berniat. Dengan demikian, melihat kasus ini: penggunaan kombinasi berbagai metode penyluhan akan lebih efektif.

Meminjam pendapat Mounder dalam Suriatna (1987) menggolongkan metode penyuluhan menjadi 3 (tiga) golongan berdasarkan jumlah sasaran yang dapat di capai:
  1. Metode berdasarkan pendekatan perseorangan. Dalam metode ini, penyuluh berhubungan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. Yang termasuk ke dalam metode ini adalah:
    1. Anjangsana
    2. Surat-menyurat
    3. Kontak informal
    4. Undangan
    5. Hubungan telepon
    6. Magang
    7. Metode berdasarkan pendekatan kelompok. Dalam hal ini, penyuluh berhubungan denga sekelompok orang yang menyampaikan pesannya. Beberapa metode pendekatan kelompok antara lain:
      1. Ceramah dan diskusi
      2. Rapat
      3. Demonstrasi
      4. Temu karya
      5. Temu lapang
      6. Sarasehan
      7. Perlombaan
      8. Pemutaran slide
      9. Penyuluhan kelompok lainnya
      10. Metode berdasarkan pendekatan massal. Metode ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas (massa). Beberapa metode yang termasuk dalam golongan itu, antara lain:
        1. Rapat umum
        2. Siaran melalui media massa
        3. Pertunjukan kesenian rakayat (pertunra)
        4. Penerbitan visua
        5. Pemutaran film
Sedangkan para ahli yang lain menggolongkan metode berdasarkan teknik komunikasi dan berdasarkan indra penerimaan sasaran. Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan dibai menjadi 2 golongan, yaitu:
  1. Metode penyuluhan langsung. Artinya para petugas penyuluhan, langsung bertatap muka dengan sasaran. Misalnya anjangsana, kontak personal, demonstrasi, dll.
  2. Metode penyuluhan tidak langsung. Dalam hal ini pesan yang disampaikan tidak secara langsung dilakukan oleh penyuluh tetapi melalui perantara atau media. Misalnya pertunjukan film atau slide, siaran melalau radio atau televisi dan penyebaran bahan tercetak.
Adapun penggolongan metode berdasarkan indera penerima dibagi menjadi tiga golongan yaitu:
  1. Metode yang dilaksanakan dengan jalan memperhatikan. Pesan yang diterima melalui indra penglihatan. Misalnya penempelan poster, pemutaran film dan pemutaran slide.
  2. Metode yang disampaikan melalui indra pendengaran. Misalnya siaran perikanan melalui radio dan hubungan telephone serata alat-alat audiotif lainnya.
  3. Metode yang disampaikan, diterima oleh sasaran melalui beberapa macam indra secara kombinasi. Misalnya:
    1. Demonstrasi hasil (dilihat, didengar, dan diraba)
    2. Demonstrasi cara (dilihat, didengar, dan diraba)
    3. Siaran melalui televisi (didengar dan dilihat)

Teknik Penyuluhan
Pengertian tentang teknik penyuluhan harus dikuasai oleh setiap petugas penyuluhan dakam setiap kegiatannya, agar penyampaian materi penyuluhan dapat efektif dalam menjangkau sasaran khalayak.
Didalam proses komunikasi, bahwa unsur “arus balik” merupakan aspek yang sangat penting untuk mengukur sejauh mana pesan komunikasi mendapatkan reaksi atau respon dari khalayak sasaran. Bila pesan komunikasi kita memperoleh tanggapan dari khalayak, maka dapat dikatakan bahwa apa yang kita samapaikan itu telah mencapai sasaran karena pesan yang diterimanya dapat dimengerti dan dipahami. Menurut Effendy (1986), bahwa sifak hakikat dari komunikasi adalah understanding atau memahami; sehingga tak mungkin seseorang melakukan kegiatan tertentu tanpa terlebih dahulu mengerti apa yang diterimanya.
Jadi pertama-tama harus diperhatikan  bahwa orang dijadikan sasaran komunikasi itu memehami (to secure understanding). Jika sudah dapat dipastikan ia memahami; dapat diartikan ia menerima. Dalam kaitan ini Citro (1982), mengatakan mengerti diartikan sebagai “dapat menangkap secara reseptif apa yang diterima” sedangkan yang dimaksud denga memahami adalah “dapat menangkap secara reflektif”, artinya seseorang dapat menerima pesan dapat mengerti pesan yang diterimanya dan mengetahui hubungannya dengan hal-hal lain.
Oleh karna itu, agar pesan dapat dipahami dan dimengerti komunikan, maka diperlukan keterampilan dan atau keahlian tertentu didalam “mengelola” komunikasi. Dengan kata lain seseorang komunikator harus menguasai teknik-teknik komunikasi dalam kegiatan penyuluhan.
Istilah teknik berasal dari bahasa Yunani technikos yang berarti keprigelan atau keterampilan. Keberhasilan dalam suatu aktifitas penyuluhan sangat tergantung kepada teknik penyuluhan yang digunakan oleh komunikator. Teknik penyuluhan pada intinya adalah penguasaan terhadap teknik-teknik komunikasi didalam “menyampaikan dan menyajikan pernyataan-pernyataan penyuluhan. Mengenai teknik komunikasi ini, Effendy (1986) mengatakan bahwa teknik komunikasi yang bisa dilakukan pada umumnya ada tiga yaitu:
  1. Komunkasi informatif
  2. Komunikasi persuasif
  3. Komunikasi koersif
Sedang Susanto (1977), menambahkan dengan beberapa teknik komunikasi yang lain, yaitu:
  1. Teknik penggandaan situasi sedemikian rupa sehingga orang terpaksa secara tidak langsung mengubah sikap (=compulsion technique).
  2. Teknik dengan mengulang apa yang diharapkan akan masuk dalam bidang bawah sadar seseorang sehingga ia mengubah sikap diri sesuai dengan apa yang diulangi (=paervasion technicque).
Mengapa teknik dalam komunikasi diperlukan?. Pada dasarnya setiap komunikasi ingin mencapai sasaran khalayak secara efektif. Artinya pesan yang disebarluaskan tersebut dapat dipahami dan dimengerti oleh khalayak sasaran yang pada gilirannya akan dapat menimbulkan reaksi dan atau respon mengikuti seperti apa yang dianjurkan dari pihak komunikator.
Untuk itu,  agar pesan komunikasi dapat tanggapan dari khalayak, maka seseorang komunikator harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Pesan yang disampaikan harus dirangcang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat meneruh perhatian sasaran yang dimaksud.
  2. Pesan harus menyesuaikan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sehingga sama-sama dapat dimengerti.
  3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyerahkan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan itu.
Share this article :
 

+ komentar + 1 komentar

16 Oktober 2013 22.37

di bentuk kelompok aja melalui aparat setempat, agar mudah memberi penyuluhan././
budi daya udang potensi emas untuk negara kita jangan abaikan kan lahan rakyat, kenapa harus tunggu investor asing meraup kekayaan laut kita

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Penyuluh Kelautan & Perikanan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger